Tips and Triks

Cara Mengatasi Error 403 Pada WordPress

Cara mengatasi error 403 forbidden

WordPress merupakan sebuah platform yang luar biasa yang banyak digunakan untuk berbagai jenis website. Namun, seperti halnya platform lainnya, Anda terkadang mengalami error atau bug. “Error 403”, misalnya, Seperti hanya Error 500 internal server error atau 502 bad gateway, error tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi pada wordpress saja. Pesan Error 403 atau 403 forbidden biasanya terkain dengan permission (ijin) pada platform. Itu artinya ada sesuatu yang menghalangi/mencegah Anda mengakses file yang biasanya dapat Anda gunakan untuk berinteraksi. Untungnya cara untuk mengatasi error 403 forbidden ini tidaklah sulit.

Dalam artikel ini, kami akan banyak membahas tentang kesalahan 403 dan penyebabnya. Kemudian kita membahas tiga cara untuk memperbaikinya.

Apa Error 403 pada WordPress

Error 403 terjadi ketika Anda mencoba mengakses halaman yang tidak memiliki privileges (hak akses) untuk dilihat. Itu biasanya disertai dengan pesan, seperti You don’t have permission to access X on this server. Dalam sebagian besar kasus, kesalahan akan muncul di salah satu dari tiga situasi ini:

1. Saat Anda mencoba mengakses Dashboar atau halaman login.
2. Saat melakukan Instalasi WordPress.
3. Saat mencoba mengakses suatu halaman di situs web Anda.

Pesan error yang menyertai biasanya berbeda beda , tetapi untuk semua kasus tersebut, masalahnya masih harus dilakukan dengan pengaturan izin yang tidak tepat. Dengan kata lain, setiap file di komputer membawa instruksi tentang bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengannya. Sebagai administrator WordPress, Anda harus memiliki akses penuh ke setiap file dan folder instalasi Anda. Namun, dalam beberapa kasus, pengaturan izin tersebut tidak sesuai yang seharusnya.

Penyebab Error 403 pada WordPress

Kita sudah tahu bahwa permission/perijinan yang tidak tepat adalah inti dari error 403. Namun, pada prakteknya, ada tiga penyebab umum yang dapat menyebabkan masalah ini muncul:

1. Seseorang mengubah permission pada file dan folder Anda. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, perubahan pada sisi server dapat memunculkan pesan Error bahwa file Anda telah dimodifikasi.

2. File .htaccess yang rusak. File ini memberi tahu WordPress cara berinteraksi dengan server tempat dihostingnya sebuah website, dan memberikan petunjuk tentang cara mengakses file dan direktori.

3. Bermasalah dengan plugin. Beberapa plugin keamanan WordPress dapat sedikit berlebihan ketika menyangkut pemblokiran rentang alamat IP untuk melindungi situs web Anda. Jika menggunakan plugin seperti itu kadang bisa membuat Error 403 ini terjadi.

Cara Memperbaiki 403 Forbidden WordPress Error (dengan 3 Cara).

Selalu ingat sebelum kita memulai sebaiknya lakukan backup terlebih dahulu. Bahkan sangat disarankan untuk melakukan backup secara reguler. Karena hal ini sangat bermanfaat ketika kita tiba tiba web kita mengalami masalah. ada beberapa plugin yang bisa anda gunakan untuk backup website anda. Sekarang mari kita bahas 3 cara untuk memperbaiki/ mengatasi 403 Forbidden Error pada wordpress.

1. Nonaktifkan Plugin Anda
Untuk kasus ini, kami mengasumsikan anda tidak dapat mengakses dashboard wordpress anda. Namun jika anda bisa mengakses dashboard, langkah selanjutnya cukup masuk ke tab plugin kemudian non aktifkan plugin anda satu persatu. Namun jika langkah tersebut tetap belum berhasil, silahkan mencoba ke langkah kedua.

Jikan anda tidak dapat mengakses dashboard sama sekali, maka anda perlu login ke server anda menggunakan File Transfer Protocol (FTP). Untuk menggunakan FTP anda bisa memakai FTP Client Seperti FileZilla. Catat Hostname dan Username Anda. Password FTP Anda harus sama dengan situs web Anda. Sekarang instal dan buka FileZilla seperti seperti biasa anda menggunakan program lainnya. Di bagian atas layar, Anda akan menemukan tiga bidang : Host, Username, dan Password:
FTP Login untuk memperbaiki Error 403
Isi Field tersebut dengan informasi yang Anda tulis sebelumnya dan klik tombol Quickconnect di kanan. Sekarang, folder utama server Anda akan muncul di sisi kanan bawah layar Anda:
Setelah masuk, ikuti petunjuk berikut ini untuk menonaktifkan semua plugin yang mungkin menjadi penyebab 403 Error Forbidden :
1. Masuk ke folder public_html.
2. Cari folder wp-content> plugins.
3. Ubah nama folder menjadi sesuatu yang mudah diingat, misalnya plugins-disabled.
Setelah menonaktifkan folder plugin anda cek kembali apakah website anda sudah bisa di akses atau belum. Jika website anda sudah bisa diakses berarti memang website ada masalah dengan plugin anda. Pada poin ini silahkan kembali ikuti langkah berikut ini:
1. Ubah kembali nama folder menjadi nama folder sebelumnya misan dari plugins-disabled menjadi plugins kembali.
2. Sekarang rubah satu persatu nama plugin anda misalnya akismet menjadi akismet-disabled.
Pada dasarnya ini adalah cara untuk memeriksa satu persatu plugin mana yang mengalami masalah. Jika anda menonaktifkan salah satu plugin dan website anda bisa diakses kembali. berarti plugin tersebut yang menyebabkan masalah. Hapus saja plugin yang menyebabkan masalah pada website anda atau anda bisa menghubungiu developer plugin tersebut untuk memperbaikinya, jika memang plugin tersebut cukup penting untuk menunjang kinerja anda.

akan tetapi jika dengan langkah langkah diatas pesan 403 Forbidden error pada website anda tidak juga hilang, kembalikan nama plugin sesuai nama aslinya. Berarti masalah tidak pada plugin anda. Anda bisa mencoba untuk menyelesaikan dengan langkah kedua berikut.

2. Buat File .htaccess baru
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya sebelumnya, file .htaccess bekerja untuk memberitahu WordPress cara berinteraksi dengan servernya. Ini juga dapat berisi instruksi tentang siapa yang dapat mengakses file dan direktori tertentu di pengaturan WordPress Anda.

Mungkin saja ada perubahan pada file .htaccess kita sehingga menyebabkan Error, oleh karena itu pada langkah ini kita akan mengembalikan file .htaccess pada versi aslinya, untuk mengembalikan perubahan yang mungkin telah menyebabkan error.

1. Akses Website anda menggunakan FTP.
2. Masuk ke Direktori public_html
3. Cari file .htaccess kemudian klik kanan dan pilih opsi untuk mendownload file tersebut.
4. Setelah file berhasil di download, hapus file .htacces yang ada di direktori.

Jangan khawatir – menghapus file .htaccess tidak akan merusak situs web Anda. Salinan yang sudah anda download tadi bisa anda upload ulang jika Anda merasa tidak ada masalah dengan itu. Sekarang, klik kanan di mana saja dalam direktori public_html dan pilih opsi Create new file. Program akan meminta anda untuk memasukkan nama file yang akan anda buat:
membuat file .htaccess baru untuk mengatasi error 403
Ketik .htaccess dan pilih OK. Sekarang, klik kanan pada file baru Anda dan tekan opsi View/Edit:
edit htaccess untuk mengatasi error 403
Ini akan membuka file secara lokal menggunakan editor teks seperti notepad++ sublime text atau editor lainnya. Seharusnya file masih dalam keadaan kosong, lalu silahkan anda tambahkan kode berikut pada file tersebut:

# BEGIN WordPress

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^/wp-content/hostinger-page-cache/ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_METHOD} !POST
RewriteCond %{QUERY_STRING} !.*=.*
RewriteCond %{HTTP_COOKIE} !(wordpress_test_cookie|comment_author|wp\-postpass|wordpress_logged_in|wptouch_switch_toggle|wp_woocommerce_session_) [NC]
RewriteCond %{DOCUMENT_ROOT}/wp-content/hostinger-page-cache/$1/_index.html -f
RewriteRule ^(.*)$ /wp-content/hostinger-page-cache/$1/_index.html [L]


ExpiresActive On
ExpiresByType image/jpg "access plus 1 year"
ExpiresByType image/jpeg "access plus 1 year"
ExpiresByType image/gif "access plus 1 year"
ExpiresByType image/png "access plus 1 year"
ExpiresByType text/css "access plus 1 month"
ExpiresByType application/pdf "access plus 1 month"
ExpiresByType text/javascript "access plus 1 month"
ExpiresByType image/x-icon "access plus 1 year"
ExpiresDefault "access plus 1 weeks"


RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]

# END WordPress

Itu memang bukan file .htaccess default, file diatas memang sudah dimodifikasi agar semua bisa berjalan lebih optimal. Setelah selesai menambahkan kode diatas simpan file kemudian tutup kode editor anda. Filezilla akan menanyakan apakah kita akan menimpa file .htaccess yang asudah ada, pilih Yes. Jika Error 403 Forbidden error anda disebabkan oleh rusaknya file .htaccess, seharusnya setelah dilakukan perubahan diatas, website anda akan normal kembali. Tapi jika pesan error masih muncul, silahkan lanjutkan dengan solusi selanjutnya.

3. Periksa (Dan Perbaiki) file Permission WordPress Anda
Untuk metode terakhir ini, kita akan membahas file dan folder WordPress Anda untuk memeriksa apakah mereka memiliki permissions yang benar. Kami akan menggunakan FileZilla untuk ini, tetapi sebelum kita melanjutkan, mari kita bicara tentang cara kerja izin ini.

Dalam sistem berbasis Unix, Anda dapat mengonfigurasi file dan izin folder Anda menggunakan kode numerik yang terdiri dari tiga digit. Misalnya, jika Anda menetapkan izin file ke 777, semua pengguna dapat mengakses, mengedit, dan menjalankannya. Secara umum, Anda tidak ingin semua orang memiliki akses penuh ke file dan folder Anda. Sebaliknya, lebih baik jika Anda membatasi permission, pengguna mana yang memiliki izin penuh untuk mengakses direktori Anda.

Kita tidak akan membahas semua tentang permission ini karena akan sangat panjang sekali jika dijabarkan. Disini kita hanya akan membahas dua saja.

1. 755. Ini adalah kode permission yang harus Anda gunakan untuk folder WordPress Anda. Ini berarti pemilik direktori (yaitu Anda!) Dapat membaca, mengedit, dan menjalankannya, yang dalam hal ini berarti mengakses folder tersebut. Selain itu, menetapkan bahwa pengguna lain hanya dapat membaca dan mengakses folder, tetapi tidak mengeditnya.
2. 644. Kode ini harus diterapkan hanya untuk file dan bukan direktori. Ini memberitahu WordPress pemilik file-file tersebut dapat membaca, mengedit, dan mengeksekusi mereka. Sedangkan orang lain hanya akan bisa membaca saja.

Sangat penting untuk memahami setting level permission pada file dan folder anda, jangan sembarang memberikan izin jika anda tidak memahami tentang masing masing kode permission tersebut. Jika tidak anda bisa saja akan mengalami masalah besar yang berhubungan dengan keamanan website anda. Untuk memulai, masuk ke server Anda melalui FTP, dan lakukan langkah-langkah berikut:

1. Akses folder public_html Anda.
2. Pilih semua folder (dan hanya folder), klik kanan pada folder dan pilih opsi File Permissions.
3. Cari bidang nilai numerik dan setel ke 755, tetapi jangan tutup jendelanya.
4. Centang opsi Recurse into subdirectories dan pilih Apply to directories only, lalu klik OK.
5. Pilih semua file dan folder dalam direktori public_html Anda, klik kanan lalu kembali ke layar File Permissions.
6. Atur nilainya ke 644 dan pilih Apply to files only setelah mengaktifkan opsi Recurse into subdirectories.
7. Simpan perubahan Anda.

Ada banyak hal yang perlu dibongkar di sini jadi mari kita jabarkan. Pada awal instruksi diatas, Anda memilih folder wp-admin, wp-content, dan wp-includes. Kemudian, Anda menginstruksikan WordPress untuk mengatur permission mereka ke 755 serta menerapkan perubahan itu ke setiap subdirektori, tanpa menyentuh file-file tersebut.
merubah file permission wordpress untuk memperbaiki Error 403
Kemudian kita mengulangi langkah diatas, hanya saja untuk saat ini kita hanya merubah permission pada file saja menjadi 644.
Merubah permission untuk mengatasi 403 forbidden
Perubahan diatas seharusnya dapat mengatasi error 403 Forbidden pada website anda , Silahkan buka kembali web anda. Seharusnya kini website anda sudah bisa diakses dengan baik.

Kesimpulan

Pada intinya ketika kita mengalami Error 403 Forbidden pada website kita, hal yang perlu kita lakukan pertama kali adalah Backup Web WordPress anda, kemudian lakukan 3 langkah berikut ini :
1. Nonaktifkan Semua Plugin.
2. Buat/generate file .htaccess baru.
3. Periksa (Dan Perbaiki) Permission WordPress Anda.

Semoga langkah langkah diatas dapat mengatasi masalah yang anda hadapi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close